Filosofi Arung Jeram

Seperti yang kita tahu, arung jeram adalah kegiatan yang tak sekedar menjadi olahraga belaka tetapi juga kegiatan yang menantang dan cenderung membuat adrenalin terpacu. Tetapi, apakah kamu tahu kalau arung jeram ternyata mengandung filosofi kehidupan manusia di dunia. Filosofi arung jeram ada dalam setiap permainanya, baik tempat maupun perlengkapannya. Semua mengandung sebuah arti tentang kehidupan manusia bagi mereka yang mau memikirkannya.

Filosofi Arung Jeram
Filosofi arung jeram yang terdapat pada arus sungai yang terus mengalir menandakan kehidupan manusia yang terus akan berjalan maju dan tak akan bisa mundur barang sedikitpun. Sekuat apapun kita melawan arus kehidupan yaitu takdir, tetap saja pada akhirnya garis kehidupan tetap akan mengembalikan kita kepada takdir. Sungai akan terus mengalir ke muaranya, begitupun kehidupan manusia, suatu saat manusia akan kembali pada tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu akhirat. Dari Tuhan kita berasal maka kepada Tuhan juga kita kembali ketika waktunya sudah tiba.

Sungai pada arung jeram mengibaratkan manusia di dunia yang butuh perjuangan dan tak selalu mulus. Sedangkan, para pencinta rafting selalu senang ketika mendengar gemericik air, itu tandannya mereka sudah mau mencapai finish. Dalam kehidupan manusia, riak-riak air itu adalah motivasi dan harapan agar kita lebih semangat dalam menjalani kehidupan. Silahkan bisa dilihat juga post mengenai tempat wisata arung jeram di bandung.

Filosofi Arung Jeram
Filosofi arung jeram yang terdapat pada batu besar menandakan kehidupan manusia yang selalu penuh rintangan dan cobaan. Arus sungai pasti selalu bergejolak ketika bertemu dengan batu. Demikian pula kehidupan manusia kita yang semula tenang akan bergejolak ketika cobaan datang pada hidup kita. Gejolak itulah yang disebut dengan konflik. Tinggal bagaimana kita menyelesaikan konflik, maka kehidupan kita akan kembali tenang. Tetapi, yang namanya hidup pasti selalu penuh dengan konflik seperti pada arung jeram yang selalu mendapati jeram sungai yang merupakan masalah dari kegiatan tersebut. Jika hidup kita tenang-tenang saja, berarti kita berada telah dalam keadaan mati. Boleh juga dilirik, prosedur rafting yang aman.

Perahu karet adalah filosofi arung jeram yang menandakan bagaimana kita bersikap di kehidupan. Sedangkan, dayung adalah control dari kelakuan kita yaitu norma. Jika kita bisa mengendalikan dengan baik maka kita tidak akan jatuh. Kita sebagai manusia harus bisa mengontrol apapun karena setiap perbuatan yang kita lakukan pasti ada resikonya.

Cobalah untuk mengaplikasikan filosofi rafting/arung jeram dengan melakukan rafting yang sesungguhnya, misalnya dengan memilih paket rafting bandung terbaik di Gravity Adventure. Cobalah! mungkin cara ini bisa membuat Anda  lebih memahami makna dari filosofi dari arung jeram.

Ada lagi, pohon-pohon pinus yang selalu bisa membuat para pecinta rafting, misalnya rafting bandung, berdecak kagum. Dalam kehidupan manusia, pohon pinus diibaratkan sebagai pengecoh kehidupan. Kita sebagai manusia terkadang terlena akan keindahan yang dapat membuat kita jatuh dalam lubang yang nista. Setelah pembaca mengetahui filosofi dari arung jeram di dalam kehidupan, semoga mulai sekarang cobalah pikirkan apapun sesuatu yang telah terjadi di hidup kita. Di balik sesuatu yang terjadi pasti mengandung pelajaran yang dapat kita ambil.